Apr 1, 2023

Feb 1, 2023

Rindu menderu sendu

 "Rindu itu berat", sepotong dialog dari film yang lumayan meledak di pasaran. Hmm.. mungkin ada benarnya juga sih, apalagi kalo rindu yang tidak bisa ditebus dengan sebuah pertemuan. Setelah bertemu, berpisah lagi. Lalu rindu lagi. Begitu seterusnya. Memang obatnya rindu itu cuma satu, yaitu bersatu.

Tapi bagaimana bisa bersatu, sementara ada sekat yang membuat kita tercekat???

Biarlah semesta yang menjawabnya.



Continue reading Rindu menderu sendu

Jan 8, 2023

Sementara itu....

Agustus, September berlalu

Senin ke Sabtu 

Lalu Minggu

Kurasa hanya begitu


Kemudian tetiba ada sesuatu

Datangnya tak tentu

Saat ditunggu malah ragu

Tak ditunggu tapi mengganggu


Sebetulnya tak jauh beda

Tapi mengapa membuat gembira 

Ada kesan yang dulu pernah ada

Tapi sekarang hanya sekadar saja


Ada satu yang kubutuh

Kutahu ini tak mungkin utuh

Terima kasih telah berlabuh

Meski rasa ini akan terus tumbuh


Entah sampai kapan

Sementara itu........


Semburat Rindu di Langit Senja

Continue reading Sementara itu....

Feb 4, 2022

Refleksi di Hari Kanker Sedunia

10 juta orang meninggal akibat kanker setiap tahun. 70% kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, pada tahun 2020 tercatat ada 396.914 kasus baru kanker dan 234.511 kematian akibat kanker. (Sumber data dari Buku Panduan Pelaksanaan HKS 2022, promkes.kemkes.go.id)

Setiap tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Tahun ini tema yang diusung adalah "Close The Care Gap". Tidak bisa dipungkiri, pelayanan kesehatan di Indonesia masih jauh dari kata ideal. Pengalaman saya selama kurang lebih 10 tahun menjadi relawan, kemudian bekerja penuh di yayasan kanker anak, menyadarkan bahwa kesenjangan layanan kesehatan itu memang sangat berpengaruh terhadap proses pengobatan pasien.

Mulai dari fasilitas kesehatan, dokter spesialis kanker, hingga peralatan penunjang masih belum merata dan jumlahnya juga terbatas. Salah satu contohnya adalah keberadaan alat PETSCAN yang biasa digunakan pasien kanker untuk mendeteksi keberadaan sel kanker, pemeriksa penyebaran kanker, dan mengecek keberhasilan pengobatan kanker atau kekambuhan kanker. Saat ini alat tersebut jumlahnya bisa dihitung dengan jari di sebelah tangan dan letaknya juga hanya ada di RS daerah Jakarta. Kebetulan kakak saya juga seorang pejuang kanker payudara dan saya tahu perjuanganya untuk bisa mendapat jadwal pemeriksaan (selain biayanya juga yang sudah menyentuh angka dua digit), sungguh melelahkan jiwa raga.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pasien-pasien di wilayah pelosok Indonesia, berjuang untuk bisa berobat ke Rumah Sakit tipe A di ibukota provinsinya. Mungkin mereka harus menghabiskan berjam-jam melalui jalur darat, udara, ataupun mungkin menyeberangi lautan. Belum lagi kalau ternyata harus dirujuk ke Jakarta karena harus mendapat tindakan yang lebih kompleks. Panjang dan berat pasti.

Semoga peringatan Hari Kanker ini bukan hanya sekedar acara tahunan yang menjadi keharusan untuk diperingati. Semoga layanan kesehatan bisa lebih merata. Semoga "Close The Care Gap" bisa benar-benar diupayakan. Dan semoga semua para pejuang bisa tetap semangat. Teriring doa untuk semua, termasuk para pelaku rawat yang hebat! ❤️❤️❤️

Info mengenai kanker bisa cek di worldcancerday.org atau harikankersedunia.com

#worldcancerday2022 #closethecaregap #harikankersedunia

With Palliative Social Workers - Pita Kuning (2019)


Continue reading Refleksi di Hari Kanker Sedunia

Dec 17, 2020

Gratitude Journal - Sebuah Cita-cita Mulia

Haiii..
Sayang ya ini blog saya sepoy-sepoy aja.
Hmmm.. Kadang pengen banget nulis, tapi bingung mulainya dari mana.
Gimana kalo kita buat gratitude journal aja? 

Suatu ketika, saya diperkenalkan dengan gratitude journal oleh ibu Psikolog yang baik hati dan tidak sombong, mbak Ita D. Azly.

Mungkin teman-teman juga sudah cukup familiar yang dengan gratitude journal.
Tapi kalo belum pernah dengar, saya akan tuliskan sedikit penjelasannya.

"A gratitude journal is, quite simply, a tool to keep track of the good things in life. No matter how difficult and defeating life can sometimes feel, there is always something to feel grateful for". 
(positivepsychology.com)

 

(source : brightdrops.com)

Jadi intinya, kita menuliskan secara rutin hal-hal baik yang bisa kita syukuri. Formatnya bebas. Bisa berbentuk narasi atau pun point-point singkat. Kalo pengen tau lebih banyak boleh silakan googling. Tersedia banyak banget template yang bisa kita pake. Menurut mbak Ita, journaling juga bisa menjadi salah satu alat yang membantu kita untuk releasing stress. 

Saya pernah beberapa waktu lalu bikin gratitude journal. Tapi ya ga rutin hahahaha. Pernah tulis di buku ataupun yang paling gampang di socmed. Seperti yang tadi saya bilang, formatnya bebas dan ga harus panjang atau mendalam. Sebaiknya journal ini dibuat di malam hari, sebelum tidur mungkin ya. Jadi kita bisa sekalian merunut, seharian ini apa aja yang terjadi. Atau di pagi hari sebelum memulai aktivitas juga boleh. 

Nah, sambil mempersiapkan segala tetek-bengek menuju 2021, saya akan mulai membuat journal besok. Ingetin ya! Mohon doa restunya, semoga ga skip-skip hahaha. 😆😆😆

Ok sampai jumpa besok.

Stay healthy, stay safe, and stay sane!

Love


 

Continue reading Gratitude Journal - Sebuah Cita-cita Mulia