Showing posts with label Cancer. Show all posts
Showing posts with label Cancer. Show all posts

Feb 4, 2022

Refleksi di Hari Kanker Sedunia

10 juta orang meninggal akibat kanker setiap tahun. 70% kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, pada tahun 2020 tercatat ada 396.914 kasus baru kanker dan 234.511 kematian akibat kanker. (Sumber data dari Buku Panduan Pelaksanaan HKS 2022, promkes.kemkes.go.id)

Setiap tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Tahun ini tema yang diusung adalah "Close The Care Gap". Tidak bisa dipungkiri, pelayanan kesehatan di Indonesia masih jauh dari kata ideal. Pengalaman saya selama kurang lebih 10 tahun menjadi relawan, kemudian bekerja penuh di yayasan kanker anak, menyadarkan bahwa kesenjangan layanan kesehatan itu memang sangat berpengaruh terhadap proses pengobatan pasien.

Mulai dari fasilitas kesehatan, dokter spesialis kanker, hingga peralatan penunjang masih belum merata dan jumlahnya juga terbatas. Salah satu contohnya adalah keberadaan alat PETSCAN yang biasa digunakan pasien kanker untuk mendeteksi keberadaan sel kanker, pemeriksa penyebaran kanker, dan mengecek keberhasilan pengobatan kanker atau kekambuhan kanker. Saat ini alat tersebut jumlahnya bisa dihitung dengan jari di sebelah tangan dan letaknya juga hanya ada di RS daerah Jakarta. Kebetulan kakak saya juga seorang pejuang kanker payudara dan saya tahu perjuanganya untuk bisa mendapat jadwal pemeriksaan (selain biayanya juga yang sudah menyentuh angka dua digit), sungguh melelahkan jiwa raga.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pasien-pasien di wilayah pelosok Indonesia, berjuang untuk bisa berobat ke Rumah Sakit tipe A di ibukota provinsinya. Mungkin mereka harus menghabiskan berjam-jam melalui jalur darat, udara, ataupun mungkin menyeberangi lautan. Belum lagi kalau ternyata harus dirujuk ke Jakarta karena harus mendapat tindakan yang lebih kompleks. Panjang dan berat pasti.

Semoga peringatan Hari Kanker ini bukan hanya sekedar acara tahunan yang menjadi keharusan untuk diperingati. Semoga layanan kesehatan bisa lebih merata. Semoga "Close The Care Gap" bisa benar-benar diupayakan. Dan semoga semua para pejuang bisa tetap semangat. Teriring doa untuk semua, termasuk para pelaku rawat yang hebat! ❤️❤️❤️

Info mengenai kanker bisa cek di worldcancerday.org atau harikankersedunia.com

#worldcancerday2022 #closethecaregap #harikankersedunia

With Palliative Social Workers - Pita Kuning (2019)


Continue reading Refleksi di Hari Kanker Sedunia

Nov 24, 2018

,

Berbagi Mengenai Perawatan Paliatif




Di dunia medis, saat ini kata paliatif sudah mulai banyak dikenal. Namun saat mendengar kata "paliatif", pasien atau kelurganya cenderung menganggap hal ini sebagai akhir dari segalanya. Pasien sudah tidak bisa mendapat perawatan apa-apa dan dokter menyerah. Apakah benar demikian?Sebenarnya apa sih paliatif itu? Seberapa pentingnya perawatan paliatif dan kapankah pasien bisa mendapatkan perawatan palliatif?

Di sini saya mau sedikit berbagi informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber, baik itu bahan bacaan maupun pelatihan yang saya ikuti. Sebelumnya, mari kita lihat video ilustrasi berikut:



Apakah sudah mulai terbayang, apa yang dimaksud dengan perawatan paliatif itu? 
Secara singkat perawatan paliatif adalah perawatan bagi pasien yang mengidap penyakit yang sulit untuk disembuhkan (contoh: kanker, stroke, jantung, dsb) dengan cara meringankan gejala atau memberikan kenyamanan pasien saat menjalani pengobatan. Tujuan dari perawatan paliatif adalah meningkatkan kualitas hidup pasien hingga meninggal dengan bermartabat. Perawatan ini bersifat holistik, mencakup sisi spiritual, emosional, psikologis, serta sosial. Oleh karena itu perawatan paliatif tidak bisa hanya dilakukan oleh dokter saja atau psikolog saja, tapi melibatkan kerjasama multidisiplin sesuai dengan kebutuhan pasien. 

Dulu istilah paliatif dikenal saat pasien mencapai stadium akhir atau sudah tidak bisa mendapat penanganan medis lagi. Tapi sebenarnya perawatan paliatif bisa diberikan sejak diagnosa awal diberikan oleh tim medis. Saat itu mungkin porsi paliatif lebih sedikit dari kuratif, misal 90% kuratif, 10% paliatif. Saat kondisi pasien semakin menurun dan tindakan pengobatan yang bisa dilakukan juga semakin sedikit, porsi paliatif akan semakin besar.

Mengapa perawatan paliatif penting?
Perawatan paliatif sudah diakui secara eksplisit sebagai hak asasi manusia secara internasional terhadap kesehatan, yakni hak asasi manusia untuk standart tertinggi kesehatan fisik dan mental. Komite PBB mengenai Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya juga menyatakan bahwa penting untuk menyediakan perhatian dan asuhan bagi pasien dengan penyakit kronis dan terminal, menghindarkan mereka dari rasa nyeri yang bisa dihindari dan mengupayakan agar dapat meninggal dengan bermartabat.

Perawatan paliatif diberikan secara aktif dan menyeluruh, yakni dengan memperhatikan beberapa aspek berikut:
1. Fokus pada kualitas hidup pasien dan keluarganya
2. Mengevaluasi dan meringankan beban pasien (secara fisik, psikologis, maupun sosial)
3. Meringankan dan mencegah gejalan yang mungkin timbul

Jadi tujuan dari perawatan paliatif di sini bukan berfokus pada penyembuhan penyakit tapi lebih ke upaya meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga. 

Sampai sini dulu perkenalan mengenai perawatan paliatif. Di lain waktu saya akan berbagi lagi mengenai informasi lain terkait perawatan paliatif. Semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat.


Love,





Continue reading Berbagi Mengenai Perawatan Paliatif

Sep 25, 2013

,

Rambut Eddi Brokoli laku 160 Juta


Tanggal 15 September 2013 merupakan hari yang mendebarkan untuk entertainer yang selama ini dikenal luas dengan rambut kribonya. Eddi Brokoli sudah bertekad bulat untuk merelakan rambutnya dipangkas habis dalam sebuah aksi sosial ‘Shave For Hope’. ‘Shave For Hope’ sendiri merupakan sebuah bentuk kepedulian yang diberikan kepada anak-anak pengidap kanker melalui pemotongan rambut massal.


Di tahun keduanya, ‘Shave For Hope’ yang dikomandoi oleh presenter Steny Agustaf mengajak selebritis untuk ikut serta menyumbangkan rambutnya. Hal ini digencarkan menjadi sebuah social media campaign melalui twitter dengan menggunakan hashtag #botakinseleb. Topik ini kemudian disambut meriah oleh masyarakat pengguna twitter. Beberapa nama selebritis lokal mulai muncul beserta foto mereka tanpa rambut. Lama-kelamaan mulai mengerucut dan hashtag berubah menjadi #stopkribomerajalela. Di sinilah muncul nama Eddi Brokoli. Awalnya Eddi menganggap ini hanya lelucon teman-temannya saja, jadi ia menanggapinya dengan santai. Kemudian hashtag berubah menjadi #botakinbrokoli dan ada akun @shaveforhope yang ikut serta. Eddi mulai penasaran dan membuka akun @shaveforhope, berlanjut ke websitenya. Saat itulah ia menyadari bahwa ini bukanlah suatu lelucon. Ternyata kegiatan potong rambut itu benar adanya dan tujuannya untuk membantu anak-anak pengidap kanker. Sejak itu Eddi mulai susah tidur karena ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, yakni cukur rambut.

Dukungan semakin deras mengalir agar Eddi bersedia menyumbangkan rambut kribonya. Saat ditemui di konferensi pers ‘Shave for Hope’ Rabu lalu, Eddi mengaku masih ada sedikit keraguan di dalam hatinya. Selama 15 tahun terakhir ia tak pernah sedikitpun memotong rambutnya. Dan kehilangan rambut adalah salah satu ketakutan terbesar yang sering mengganggu pikirannya. Eddi sempat berpikir lama akan keputusannya ini. Tapi ia sudah bertekad menyumbangkan rambut untuk dipangkas kemudian dilelang. Hasil dari lelang tersebut akan digunakan untuk pengobatan anak-anak kanker. Salah satu dukungan yang diberikan kepada Eddi dan membuat hatinya semakin yakin untuk menyumbang berasal dari sahabatnya Keni.  Melalui akun twitternya, Keni menuliskan sebuah pesan: “So proud of @eddiebrokoli + @shaveforhope #botakinbrokoli yg bantu anak2 pderita kanker. Rambut bs tumhbuh lg, tp nyawa bs hilang tak tertolong”.

Hari eksekusi pun tiba, sekitar pukul 13.30 WIB Eddi naik ke atas panggung ditemani oleh ayah, ibu, isteri, dan dua orang anaknya. Sebuah momen bersejarah dalam hidupnya akan dimulai. 15 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Hampir setengah dari usianya, rambut kribo itu setia melekat di kepala. Rambut kribo yang membuat ia dikenal luas di masyarakat. Rambut kribo itu pula yang selama ini memberikan ia penghasilan. “Jika tidak ada pembanding, memangkas habis rambut adalah suatu yang sangat berat buat saya. Tapi ini berbeda. Kehilangan rambut ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anak-anak kanker yang harus kehilangan rambut karena efek pengobatan yang mereka alami. Saya kehilangan rambut tidak akan sakit karena cuma menggunakan alat cukup. Sedangkan anak-anak kanker, mereka tak punya pilihan. Dan saya tahu, itu pasti sakit”, ujar Eddi. Setelah Eddi mengungkapkan pidato singkatnya, lelang pun dimulai. Ada dua orang yang berlomba-lomba memberikan penawaran tertinggi atas rambut Eddi tersebut. Mereka adalah Windra mewakili Arsenal Indonesia Supporter(AIS) dan Iwan. Ternyata sebelumnya AIS telang mengimpun dana dari seluruh anggotanya di Indonesia untuk ‘memenangkan’ rambut Eddi. “Eddi merupakan anggota kehormatan AIS dan rambutnya yang kribo itu mengingatkan kita pada salah satu pemain sebak bola dari klub Manchester United. Makanya lebih baik kita buang jauh-jauh saja rambutnya”, jelas Windra sambil tertawa. Sedangkan Iwan, penawar tertinggi lainnya memiliki alasan yang lebih personal. Orang tua dan mertuanya meninggal karena terkena kanker dan dia juga mengapresiasi keputusan Eddi untuk menyumbangkan rambutnya.

Lelang akhirnya dimenangkan oleh AIS dengan angka Rp.95.000.000,-. Namun ternyata ada perwakilan dari pwc ikut menyumbang sebesar Rp. 25.000.000,- dan Iwan yang kalah lelang tetap menyumbang sebesar Rp. 40.000.000. Total sumbangan yang didapat dari hasil lelang menjadi Rp. 160.000.000,-. Setelah dicukur, rambut kribo Eddi menjadi milik AIS dan nantinya akan dipajang di basecamp pusat AIS di kawasan Pejaten Jakarta, sebagai bukti perjuangan AIS Se-Indonesia. /Tyas (Photos: Annas)








  









Continue reading Rambut Eddi Brokoli laku 160 Juta
,

Shave for Hope 2013


Tahun ini merupakan kali kedua acara cukur rambut massal 'Shave for Hope' digelar. Acara ini diselenggarakan oleh Evio Production dan Asian Medical Student's Associatioan (AMSA), serta didukung sepenuhnya oleh Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI). ‘Shave for Hope' merupakan sebuah aksi sosial untuk mendukung anak-anak pengidap kanker yang kehilangan rambut akibat efek pengobatan yang mereka jalani. Dengan adanya ‘Shave for Hope' diharapkan anak-anak pengidap kanker tidak menjadi rendah diri sehingga bisa terus berjuang melawan penyakitnya dan tetap bisa meraih cita-cita yang mereka inginkan.

Puncak acara ‘Shave For Hope' tahun ini dilaksanakan pada hari Minggu (15/9) di Gandaria City - Piazza Area Jakarta, mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Dengan persiapan yang semakin matang, tahun ini ‘Shave for Hope' menargetkan partisipasi lebih dari 2000 shavees (relawan rambut yang akan dihargai oleh para donatur). Setiap kepala yang dicukur akan dihargai Rp. 100.000,- dan seluruh dana yang terkumpul akan diberikan kepada pasien kanker anak melalui YPKAI.

Sebanyak 75 hair stylists dari Johnny Andrean Salon terlibat secara langsung dalam proses pemotongan rambut para shavees. Selain puncak acara ‘Shave for Hope' di Jakarta, tahun ini acara cukur massal ini telah menjangkau lebih banyak simpatisan di beberapa kota di Indonesia yakni Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Dari tiga kota tersebut terkumpul lebih dari 1000 peserta.

Pendaftaran dibuka sejak Agustus lalu melalui website www.shaveforhope.com. Ada beberapa pilihan untuk mencukur rambu, yakni perorangan, group shavee (kelompok yang minimal terdiri dari 5 orang), dan top shavee (perwakilan dari perusahaan/instansi/kelompok dengan nilai donasi tertinggi). Ketentuan pemotongan rambut untuk pria rambut disisakan 1-2mm, sedangkan untuk wanita bisa memilih antara botak atau dipotong sedagu.  Bagi shavee yang memiliki rambut pendek bisa tetap ikut serta dengan dipotong minimal 10cm. Shavee tidak diberi batasan usia, namun untuk yang belum berusia 17 tahun diharapkan untuk membawa surat izin yang ditandatangani oleh orang tua. Bagi wanita yang berhijab tak perlu khawatir karena disediakan sebuah ruangan tertutup untuk mereka memotong rambut. Selain melalui website, pendaftaran bisa dilakukan on the spot dengan membawa fotokopi identitas diri.

Tahun ini Commonwealth Bank sebagai salah satu donor finansial juga ikut mengutus 105 orang karyawannya untuk menyumbangkan rambut mereka. Dari setiap kepala karyawannya, Commonwealth Bank memberikan donasi sebesar Rp. 1.000.000,-. Kemudian ada juga Eddi Brokoli, seorang entertainer yang menyumbangkan rambutnya dan berhasil mendapatkan uang sebesar Rp. 160.000.000,- melalui proses lelang.

Animo masyarakat terlihat jelas melalui panjangnya antrean menuju meja registrasi. Antrean ini bertahan hingga menjelang malam hari. Sepanjang prosesi pemotongan rambut, shavee juga dihibur dengan penampilan banyak musisi lokal, antara lain D'Masiv, Abdul And The Coffee Theory, Soulvibe, Delon Idol, The Nelwans, Petra Sihombing, Billy Beatbox, Barry Likumahuwa Project, dan masih banyak lagi. Sebelum dan sesudah memotong rambut, shavee akan difoto dan hasilnya ditayangkan di beberapa buah tv plasma yang ada di area 'Shave for Hope'. Shavee juga mendapat sebuah sertifikat dan beberapa voucher yang bisa ditukarkan dengan cupcakes, susu, dan ice cream.

Menjelang pukul 22.00 WIB, antrean shavee mulai terlihat sepi. Dan tepat pukul 22.00 WIB acara cukur massal 'Shave for Hope' resmu ditutup. Berdasarkan hasil penghitungan akhir, total shavee yang berpartisipasi di Jakarta sebanyak 2018 orang dengan total uang yang terkumpul sebesar Rp 733.502.000,-. Angka tersebut juga berasal dari donasi lain yang diberikan oleh berbagai pihak. Semoga ke depannya 'Shave for Hope' bisa semakin baik pelaksanaannya, semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi, dan juga semakin banyak acara sosial semacam ini yang diselenggarakan dengan tujuan membantu sesama. /Tyas






(Photos: Annas)
Continue reading Shave for Hope 2013

Jan 3, 2011

,

all about Leukemia







Definisi tumor


Tumor merupakan sekelompok sel-sel abnormal yang terbentuk hasil proses pembelahan sel yang berlebihan dan tak terkoordinasi. Dalam bahasa medisnya, tumor dikenal sebagai Neoplasia. Neo berarti baru, plasia berarti pertumbuhan/pembelahan, jadi neoplasia mengacu pada pertumbuhan sel yang baru, yang berbeda dari pertumbuhan sel-sel di sekitarnya yang normal. Yang perlu diketahui, sel tubuh secara umum memiliki 2 tugas utama yaitu melaksanakan aktivitas fungsional nya serta berkembang biak dengan membelah diri. Namun pada sel tumor yang terjadi adalah hampir semua energi sel digunakan untuk aktivitas berkembang biak semata. Fungsi perkembangbiakan ini diatur oleh inti sel (nucleus), akibatnya pada sel tumor dijumpai inti sel yang membesar karena tuntutan kerja yang meningkat.
Tumor dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu tumor jinak (benign) dan tumor ganas ( malignant) atau yang popular dengan sebutan kanker. Terdapat perbedaan sifat yang nyata diantara dua jenis tumor ini dan memang membedakannya merupakan tuntutan wajib bagi praktisi medis. Perbedaan utama di antara keduanya adalah bahwa tumor ganas lebih berbahaya dan fatal sesuai dengan kata ‘ganas’ itu sendiri.
Tumor jinak tumbuhnya lambat dan biasanya mempunyai simpai (kapsul), tidak tumbuh infiltratif, tidak merusak jaringan sekitarnya dan tidak menyebar pada tempat yang jauh. Tumor jinak pada umumnya dapat disembuhkan dengan sempurna kecuali yang mensekresi hormon atau ynag terletak pada tempat ynag sangat penting, misalnya di sumsum tulang belakang yang dapat menimbulkan paraplegia atau pada saraf otak yang menekan jaringan otak.
Tumor ganas (kanker) tumbuhnya relatif lebih cepat karena memang lebih aktif dan agresif, akibatnya jika di permukaan tubuh akan tampak tumor membesar dengan cepat dan seringkali di puncaknya disertai dengan luka atau pembusukan yang tidak kunjung sembuh. Luka menahun ini diakibatkan suplai nutrisi kepada sel-sel tumor tidak mampu mengimbangi lagi sel-sel tumor yang jumlah sangat cepat berlipat ganda, akibatnya sel-sel yang berada diujung tidak mendapat nutrisi dan mati. Tumor ganas tidak ada kapsul. Ini mudah menyebar ke otak, gusi, KGB, kulit, paru hati/limpa, sumsum tulang belakang, tulang, dan testis. Penanganan terhadap penyakit kanker dapat dilakukan melalui 3 cara, yakni tindakan operasi, kemoterapi, dan radioterapi
Terdapat beberapa jenis kanker yang bisa dijumpai pada anak, yakni:
a. Leukemia (kanker darah)
b. Kanker otak
c. Retinoblastoma (tumor mata)
d. Limfoma Maligna (kanker kelenjar getah bening)
e. Neuroblastoma (kanker saraf)
f. Rabdomiosarkoma (kanker kelenjar otot)
g. Osteosarkoma (kanker tulang)


Leukemia
'Leukemia' merupakan istilah dari bahasa Yunani. Istilah sebenarnya merupakan penggabungan dari dua kata, leukos dan heima. Sementara mantan berarti putih, yang terakhir menandakan darah dalam bahasa Yunani. Sejarah mencerminkan kali sekitar abad ke-4 atau 5 melimpahkan kredit untuk menemukan kanker pada Yunani.
Berabad-abad kemudian pada tahun 1845, John Hughes Benett di Edinburgh kanker darah diidentifikasi dikenal sebagai leukemia. Temuan-Nya segera diikuti oleh berbagai pengamatan dokter sehubungan dengan pertumbuhan abnormal sel-sel darah putih. Penyakit leukemia pada dasarnya ditandai oleh perbanyakan yang tidak terkendali yang abnormal sel-sel darah putih. klasifikasi lebih lanjut leukemia datang melalui di tahun 1913. Saat itu di tahun ini bahwa penyakit ini diidentifikasi dalam bentuk 4 perusahaan yaitu; leukemia limfositik kronis, leukemia myelogenous kronis, leukemia limfositik akut, dan erythroleukemia.
Pada masa itu, kemungkinan hidup dari seorang pasien leukemia yang sangat suram. Dekade tahun 1970-an dimulai dengan catatan keberhasilan dalam hal menguraikan obat untuk leukemia. Arsenik digunakan sebagai bentuk pertama pengobatan untuk leukemia. Rekomendasi penyembuhan ini berasal dari kitab Hindu. Walaupun sejarah menunjukkan bukti Hippocrates dan Yunani menggunakan obat ini, akhirnya pada tahun 1865 itu ditemukan efektif dalam mengobati leukemia di Jerman. Dengan berlalunya waktu, radiasi dan kemoterapi menjadi senjata ampuh melawan penyebaran leukemia.
Tonggak terbesar dalam pengobatan leukemia datang dengan penemuan DNA yang membuat sumsum tulang transfusi kemungkinan. Hari ini, transfusi sumsum tulang berdiri terpisah sebagai obat paling sukses untuk leukemia. Dengan kemajuan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengobatan penyakit ini, tingkat kelangsungan hidup telah meningkat drastis menjadi hampir 70 persen dalam beberapa dekade terakhir.

Asal Leukemia
Para ilmuwan telah mampu mengidentifikasi jejak kanker di tulang dinosaurus hidup 150 juta tahun yang lalu. Di sekitar abad ke-4 atau 5 SM, bangsa Yunani membuat penemuan perintis kanker, salah satu penyakit terburuk yang pernah menghantam umat manusia.
Sejarah juga menyoroti penemuan tulang rahang di Kenya Australopithecus atau Homo erectus oleh Louis Leakey pada tahun 1932. Hal ini diyakini menjadi tumor ganas mungkin limfoma Burkitt oleh George Stathopolous. Ini varian dari kanker rahang ditemukan untuk menjadi penyakit yang cukup sering terjadi di Afrika timur zaman modern.
Dunia datang untuk secara resmi mengakui penyakit leukemia pada tahun 1845. Ia selama tahun ini bahwa bentuk kanker dibawa ke cahaya oleh John Hughes Benett di Edinburgh. Pada abad yang sama, dokter Eropa juga mengamati pasien dengan tingkat tidak kompatibel leukosit. Kondisi ini menandakan disebut 'darah putih' 'Weisses blut' sebagai oleh mereka. 'Leukemia' Istilah diciptakan lama kemudian. Karena asalnya ke Yunani, istilah ini serikat darah yang menunjukkan makna 'heima' 'leukos' dua kata Yunani yang terpisah putih dan. Dengan penelitian lebih lanjut berbagai bentuk penyakit yang diuraikan pada tahun 1913. Varian ini diidentifikasi sebagai leukemia limfositik kronis, leukemia myelogenous kronis, leukemia limfositik akut, dan erythroleukemia.
Sebuah tengara dalam sejarah kanker didirikan oleh Hermann Muller pada dekade 1920-an. Dia mengidentifikasi bahwa terjadi mutasi dalam DNA sebagai akibat dari radiasi pengion, yang menyebabkan terjadinya kanker. Beberapa faktor resiko yang menyebabkan timbulnya kanker juga diakui selama abad 19 dan 20. Harapan pertama pengobatan leukemia datang melalui di tahun 1970, setelah itu tidak ada melihat ke belakang. Dalam beberapa dekade mendatang, ilmu kedokteran berkembang pesat di wilayah ini meningkatkan tingkat ketahanan hidup dari leukemia sekitar 70 persen.


Mendeteksi Leukemia
Proses mendeteksi adanya penyakit biasanya dimulai dengan mendekati pasien dokter setelah mengalami gejala yang berkaitan dengan gangguan tersebut. Hal yang sama berlaku untuk leukemia, suatu kondisi medis dimana sumsum tulang penuh dengan leukosit abnormal.
Namun, banyak waktu indikasi penyakit ini yang disorot dalam tes darah yang dilakukan untuk keperluan lain. Deteksi leukemia dimulai dengan pemeriksaan fisik pasien. Selama prosedur ini, dokter menganalisis sejarah keluarga dari layar individu dan juga untuk setiap gejala penyakit atau penyimpangan jelas lainnya. Tes darah mendasar dilakukan untuk mengevaluasi keberadaan leukemia disebut sebagai jumlah darah lengkap atau KBK. Tes darah ini membantu dalam menegaskan jumlah sel darah merah, leukosit, dan platelet, dan juga proyek-proyek tingkat hemoglobin darah.
Tes-tes lain yang terkait dengan darah yang dapat dilakukan untuk verifikasi lebih lanjut termasuk apusan darah tepi dan analisis cytogenic. Sementara mantan mengungkapkan terjadinya sel ledakan dan juga menggambarkan jenis dan jumlah leukosit, yang terakhir memberikan gambaran yang jelas dari setiap perubahan dalam kromosom limfosit. Pengaruh keganasan pada fungsi normal dari berbagai organ juga dapat dianalisis dengan beberapa tes darah lainnya. Selain tes darah, biopsi juga membantu dalam mendeteksi leukemia. Penyakit ini dapat diidentifikasi dengan melakukan prosedur aspirasi sumsum tulang di mana sumsum tulang diambil keluar untuk pengujian dari tulang pinggul atau payudara melalui jarum. Dokter juga mungkin akan meminta biopsi kelenjar getah bening untuk studi rinci tentang varian yang tepat dari penyakit. prosedur lain yang berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi leukemia termasuk pungsi lumbal atau tekan tulang belakang, X-ray, CT scan, MRI dan ultrasound.

Empat Jenis Leukemia
Leukemia diketahui mempengaruhi tubuh manusia dalam empat bentuk. Penyakit ini dapat secara luas bercabang menjadi varian akut dan kronis. leukemia akut meliputi 2 bentuk yang berbeda dari penyakit yaitu; leukemia limfositik akut dan leukemia myelogenous akut. Sementara mantan bentuk leukemia akut terjadi lebih sering pada anak-anak, yang terakhir diketahui secara umum lazim pada orang dewasa.
Selama terjadinya leukemia akut, sumsum tulang mulai memproduksi sel darah abnormal sehingga mengganggu kinerja normal dari sel-sel darah. Sel-sel ganas pada jenis leukemia ini berkembang sangat pesat dan panggilan untuk perawatan tepat waktu untuk bertahan hidup. Leukemia kronis juga bisa dibagi lagi menjadi 2 bentuk yang dikenal sebagai leukemia limfositik kronis dan leukemia myelogenous kronis. Dibandingkan dengan leukemia akut, kronis bentuk perkembangan penyakit yang sangat bertahap. Jenis leukemia biasanya butuh waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, membuat kesempatan untuk bertahan hidup jauh lebih baik.
Ekstensif penelitian telah dilakukan selama bertahun-tahun untuk menganalisis sebenarnya penyebab kanker. Bahkan saat ini, penyebab pasti tetap tersembunyi. Namun, secara umum, terjadinya penyakit telah dikaitkan dengan mutasi somatik pada DNA yang pada gilirannya melepaskan diri gen supresi tumor dan mengganggu pelaksanaan normal kematian sel dan diferensiasi. Mutasi ini dapat berupa genetik asal atau mungkin akibat dari yang terkena radiasi atau penyebab kanker elemen. Mutasi dalam kasus leukemia telah ditugaskan untuk virus tertentu, radiasi pengion alami atau buatan, berbagai jenis bahan kimia dan menjadi genetik cenderung. kemoterapi Sejak paparan bahan kimia juga telah ditekankan pada sebagai penyebab leukemia tertular, orang yang telah menjalani sebagai pengobatan dari setiap varian kanker sangat kerentanan terhadap penyakit. Juga, orang dengan kondisi medis seperti sindrom Down dan sindrom probabilitas menampilkan myelodysplastic tinggi terkena leukemia.

Awal Gejala Dari Leukemia
Darah manusia terdiri dari 3 jenis sel, yaitu sel darah merah leukosit dan platelet. Sumsum tulang yang merupakan jaringan lunak di dalam tulang adalah tempat produksi sel-sel darah. Kondisi medis leukemia ditandai oleh penyebaran leukosit abnormal dalam sumsum tulang. Perkalian ini tak terkendali leukosit abnormal mengganggu fungsi normal dari sel-sel darah yang sehat.
Karena peran utama leukosit adalah untuk menjaga tubuh terhadap segala bentuk infeksi atau penyakit oleh produksi antibodi, dalam acara leukemia tubuh terkena sejumlah masalah kesehatan. Penyakit ini diketahui mempengaruhi orang dewasa dan anak-anak. Prognosis dari varian leukemia kronis jauh lebih mendorong dari bentuk akut.
Gejala leukemia bervariasi sesuai dengan jenis penyakit dan situsnya terjadinya. Dalam kasus leukemia akut, gejala muncul lebih cepat sementara mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengenali leukemia kronis. Beberapa indikasi umum dari leukemia yang dapat membantu dalam mengidentifikasi penyakit awal termasuk sakit kepala, kebingungan, penglihatan yang buruk, muntah, infeksi sering dan berulang, kelelahan, radang kelenjar getah bening di groin atau leher, nyeri sendi, demam yang tidak biasa, penurunan berat badan, berkeringat di malam hari, kehilangan nafsu makan, pembesaran limpa atau hati, kelembutan tulang dan masalah pernapasan. Indikasi penyakit pada anak-anak termasuk anemia, kelelahan, kulit pucat, pendarahan parah, mudah memar, ruam kulit, luka di sekitar mata dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi. Pada leukemia kronis, leukosit abnormal terakumulasi dari waktu ke waktu dan akhirnya mempengaruhi ginjal, saluran pencernaan dan sistem saraf pusat negatif.

Gejala Leukemia Akut
Penyakit leukemia dimulai dalam sumsum tulang. Selama ini bentuk kanker, leukosit abnormal mulai mereplikasi dalam aliran darah dan sumsum tulang menaklukkan sel darah merah sehat, leukosit dan platelet. Dengan proliferasi sel-sel abnormal, penyakit ini secara bertahap menyerang bagian tubuh lainnya seperti hati dan limpa.
Lebih dari 30.600 orang Amerika menjadi mangsa leukemia setiap tahun, dari yang 50 persen dari kasus varian penyakit akut, yaitu leukemia akut lymphoblastic (ALL) atau leukemia akut myelogenous (AML). Bentuk akut leukemia menghasilkan leukosit belum menghasilkan secara berlebihan. Meskipun tidak dapat mencapai jatuh tempo, sel-sel ini berkembang biak dengan kecepatan yang sangat cepat. Akibatnya, harapan hidup berkurang menjadi hanya beberapa bulan.
Beberapa gejala umum dari bentuk akut leukemia termasuk anemia akibat penurunan jumlah sel darah merah, kelelahan, demam, rentan terhadap infeksi sebagai akibat dari akumulasi leukosit normal, pembekuan darah, perdarahan akut dan memar mudah karena tingkat rendah trombosit, nyeri tulang, perut bengkak dibawa oleh hati meradang atau limpa dan kelenjar getah bening meradang. Beberapa indikasi penyakit mungkin sewenang-wenang dan bisa menunjuk ke arah terjadinya penyakit lain juga. Anemia dan demam adalah dua gejala seperti yang dapat mencerminkan beberapa penyakit lain juga. Oleh karena itu, jika salah satu tersangka penyakit itu, akan bijaksana untuk mengambil bantuan medis sehingga untuk mengkonfirmasi sifat penyakit ini. Meskipun leukemia adalah hidup mengancam penyakit, prognosis dapat meningkatkan sedikit melalui pengobatan tepat waktu.


Penyebab Leukemia

Leukemia adalah penyakit yang ganas atau jenis kanker yang berasal dari sel-sel dari sumsum tulang. Leukemia ditandai oleh pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel sumsum berkembang. Pada dasarnya ada dua klasifikasi utama leukemia - myelogenous dan limfositik, yang dapat bersifat akut atau kronis.
Ada empat jenis utama terutama leukemia dan mereka myelogenous leukemia akut, leukemia myelogenous kronis, leukemia limfositik akut dan leukemia limfositik kronis. Di Amerika Serikat sekitar 2.000 anak-anak dan 27.000 orang dewasa yang didiagnosis dengan leukemia setiap tahun. Leukemia adalah lebih umum pada laki-laki dan anak laki-laki daripada perempuan dan anak.
Ada banyak penyebab untuk leukemia, beberapa dikenal dan tidak dikenal beberapa. Namun, paparan radiasi energi tinggi seperti ledakan atom selama Perang Dunia II dan intens paparan radiasi energi rendah dari medan elektromagnetik seperti kabel listrik dan selimut listrik telah dikaitkan dengan leukemia.
Penyebab lain dari leukemia dianggap genetik di alam. kondisi genetik tertentu membuat orang lebih rentan terhadap leukemia. Misalnya, anak dengan Down Syndrome lebih mungkin untuk mendapatkan leukemia dari umumnya anak yang sehat.
Bahkan terpapar bahan kimia beracun tertentu adalah faktor risiko untuk mengembangkan leukemia. Beberapa obat yang digunakan dalam kemoterapi juga meningkatkan risiko leukemia orang mendapatkan. Namun, risiko ini dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan manfaat dari kemoterapi.
Para ilmuwan masih mencoba untuk menentukan penyebab pasti leukemia. Jika mereka mengetahui, kita bisa berharap untuk menemukan terobosan dalam perawatan juga. Meskipun ada faktor-faktor risiko yang mempengaruhi orang untuk leukemia, kemungkinan penyebab leukemia masih tetap menjadi misteri besar bagi masyarakat ilmiah dan medis.

Gejala Leukemia Anak

Leukemia ditandai oleh perbanyakan leukosit abnormal dalam sumsum tulang. Sebagai konsekuensi dari perkembangan ini leukosit abnormal, fungsi sebenarnya dari leukosit normal dalam menjaga tubuh terhadap infeksi dan penyakit yang dirusak.
Selain itu, leukosit abnormal menempati jumlah besar ruang di sumsum tulang, sehingga mengganggu fungsi normal dari sel darah merah dan trombosit juga. Leukemia dikenal untuk mempengaruhi anak-anak dalam jumlah besar, dengan 80 persen dari kasus-kasus diidentifikasi sebagai leukemia limfositik akut dan 20 persen milik varian penyakit yang disebut myelogenous leukemia akut. Bentuk lain jarang didiagnosis leukemia pada anak-anak dikenal sebagai myelogenous leukemia kronis. Varian ini asal berutang kepada relokasi kromosom dalam tubuh.
leukemia limfositik akut atau semua juga disebut leukemia limfoid atau leukemia lymphoblastic dikenal sebagai salah satu bentuk yang paling sering umum dari penyakit pada anak-anak. Jenis leukemia menghasilkan gejala yang cepat dan pertumbuhan pada kecepatan yang sangat cepat. Di sisi lain, leukemia akut atau AML myelogenous juga disebut sebagai leukemia myeloid, myelocytic, myeloblastic atau granulocytic secara bertahap berkembang jauh dibandingkan dengan varian sebelumnya. Beberapa gejala umum dari kedua bentuk leukimia termasuk anemia karena penurunan jumlah sel darah merah, demam, kelelahan, mudah memar, pendarahan hebat, peningkatan kerentanan terhadap infeksi, perkembangan benjolan di dalam, perut leher groin, atau ketiak , nyeri pada persendian dan / atau tulang, kehilangan nafsu makan, sakit perut, konstan batuk, mengi dan masalah kulit yang disebut petechiae.


sumber: scumdoctor.com
Continue reading all about Leukemia

Dec 5, 2010

,

2nd CharityNight done :)

Terima Kasihhhhhh lagi.. 2nd Chatity Night to Adzi sudah berjalan dan alhamdulillah sukses. Kebayang persiapannya yang lumayan menguras pikiran, tenaga, dan emosi. Hehehe. Sekarang lega. fuihhhhh.

- Ketar-ketir tiket penjualannya agak seret. Thnx Mbak Andrea..
- Deg2an soundsystem rebek sampe H-1 :(
- Berita duka dari The Indrakesumas. Thx Bapaksss..

Semua sudah terlewati sekarang. Dari penjualan tiket '2nd Charity Night' semalam, dana yang terkumpul sebanyak Rp. 27.845.000. Dan dari pelelangan foto-foto Adzi terkumpul Rp. 19.000.000.

Great Team. Good Job guys. Mari semangat!!! tugas kita tidak berhenti sampai disini. Masih butuh banyak dana untuk Mas Adzi. GO GO GO ^^

Talkshow with dr. Edi Setiawan Tehuteru - Pandji




Chaseiro



Jubing Kristianto






Continue reading 2nd CharityNight done :)

Nov 27, 2010

,

Charity For Adzi

Dalam upaya penggalangan dana pengobatan Adzi, kami menyelenggarakan Charity Night, pada:

Jumat, 3 Desember 2010
19.00 - 22.00 WIB
BrewHouse Resto and Home Brewing Senayan City Mall
(Crystal Lagoon LG FLOOR)

Performance by: CHASEIRO - Jubing Kristianto - Nada Biru Band
Selain itu akan diadakan Talk Show mengenai Kanker Pada Anak bersama dr Edi Setiawan Tehuteru, SpA. Dan juga pelelangan foto-foto Adzi.

Donasi Rp. 200.000 *including dinner (main course, salad, and drink)
Untuk pemesanan silakan menghubungi Niken di 0856 79000 88



http://www.facebook.com/event.php?eid=161951767176418



Continue reading Charity For Adzi

Sep 4, 2010

,

Let’s unite to help one’s life.


DOK, JANGAN MENYERAH YA, OBATI AKU SAMPAI SEMBUH”
Based on true story
Aku Adzi Nurrahman Setia Putra, panggil saja aku Mas Adzi. Usiaku sekarang 4 tahun. Awal mulanya aku terdeteksi tanggal 20 Mei 2008 setelah telapak kaki dan tanganku putih selama 4 jam dari jam 3 sampai jam 7 pagi. Saat itu aku berusia 2 tahun lebih seminggu dan aku dibawa ke RS Hermina, Jatinegara. Aku harus melakukan transfusi, tapi kok sepertinya dokter terlihat curiga dan memintaku melakukan pengecekan leukosit (sel darah putih). Ternyata, setelah dicek leukositku 330.000 yang kata dokterku untuk anak seusiaku itu adalah kondisi yang berbahaya sehingga aku segera dimasukkan ke ruang ICU. Aku ingat saat itu orangtuaku harus mencari darah merah dan darah putih. Tidak lama kemudian dokter memberikan diagnosis yang cukup mengejutkan, terutama bagi orangtuaku, aku terdiagnosis leukemia. Dokter yang masih merasa butuh untuk meyakinkan lagi memintaku untuk mengikuti BMP (Bone Morrow Pungtie: untuk mengetahui sudah sejauh mana sel kanker menyebar dalam tubuh) tapi ternyata hasilnya benar, aku terkena leukemia high risk tipe ALL, L1 high risk. Orangtua saat itu panik namun dokter meminta orangtuaku untuk segera memilih rumah sakit yang dapat menanganiku, RS.Ciptomangunkusumo atau RSK Dharmais. Kebetulan dari tempat kerja papaku ada jaminan kesehatan dan itu berlaku di Dharmais. Sehingga segera, yaitu pada tangal 22 Mei 2008 aku masuk ke RS.Dharmais.

Awalnya sulit sekali bagiku untuk dapat beradaptasi mengenal suster-suster dan para dokter karena saat itu aku baru saja keluar dari ICU. Awalnya juga sulit sekali bagiku untuk menerima bagaimana aku harus menjalani pengobatan. Di mana aku harus berteman dengan jarum suntik, dengan infus, dan pengobatan-pengobatan yang aku sering dengar disebut dengan kemoterapi dan IT (Intratekal: memasukkan obat dari tulang sumsum belakang untuk mencegah penyebaran ke otak), yang rasanya bukan enak lebih cocok jika disebut SAKIT. Tapi aku tahu bahwa aku harus bisa beradaptasi dengan semuanya ini. Aku pelan-pelan mengerti bahwa aku sakit dan aku memang harus menjalani pengobatan ini, supaya aku sembuh. Lama-lama aku terbiasa juga dengan pengobatan-pengobatan itu meskipun sakit, pelan-pelan aku anggap saja sebagai permainan. Aku juga mulai kenal dengan para suster, dokter, dan kakak-kakak relawan yang ada di rumah sakit ini. Semuanya baik-baik dan cukup banyak menghibur aku. Mama juga selalu ada di samping aku, meskipun aku seringkali rewel tapi mama selalu sabar seakan-akan mengerti keadaanku.

Kesembuhan itu selalu kunantikan sehingga aku tetap menjalani seluruh pengobatan ini dengan sabar. Mama seringkali memberikan pengertian, jika aku ingin sehat aku harus makan ini makan itu, harus begini harus begitu. Aku berusaha semampuku untuk tetap bisa memenuhi apa yang mamaku minta meski kadang jika lagi dalam keadaan tidak baik, misalnya setelah kemo mood-ku jadi jelek sekali. Tapi sepertinya orang-orang di sekitarku mengerti karena setelah kemo aku merasa seluruh badanku sakit dan tidak enak. Tapi aku harus bisa, aku harus sabar, seringkali aku hanya duduk diam dan minta mama untuk mendorongku di kursi roda, berputar-putar di bangsal. Semua agar perhatianku terhadap sakit yang kurasakan teralih. Agar aku memperhatikan hal-hal lain yang membuat aku memikirkan yang lain. Agar aku bertemu dengan orang-orang yang akan menyapaku dan memberikan aku dorongan semangat.

Bulan demi bulan kulewati sampai berganti tahun. Kebanyakan hari-hariku ku lewatkan di rumah sakit ini. Beberapa kegiatan dari kakak-kakak membuatku sedikit terhibur mengingat tanpa itu rasanya hidupku akan menjadi terlalu membosankan. Aku masihlah seorang anak-anak. Aku masih sering merindukan bermain dengan bebas tapi aku mengerti keadaanku dan tidak apa-apa yang penting aku bisa sembuh. Sampai satu setengah tahun pengobatan, kira-kira di bulan Oktober 2009, aku mendengar bahwa aku dinyatakan relaps oleh dokter. Kondisiku turun, leukositku naik tinggi sementara HB(hemoglobin/sel darah merah) ku rendah. Aku mengetahui ini dan aku tidak mau menyerah. Saat ini rasanya badanku memang berbeda, tidak enak tapi ternyata aku masih harus mengikuti kemoterapi. Aku tidak boleh menyerah dan rasa sakit ini HARUS aku lawan. Aku tetap menerima kemoterapi dengan hati terbuka. Selama tiga bulan aku menjalani kemoterapi. Kemudian sekitar bulan Maret atau April aku mendengar kabar yang saaannnggaaatt menggembirakan!! Saat yang aku tunggu-tunggu, dokter mengatakan aku sudah bisa rawat jalan. WAH SENANG SEKALI! Aku lihat mama dan keluarga, dokter, dan kakak-kakak ikut berbahagia bersama aku. Hidupku rasanya penuh semangat sekarang. Sudah kubayangkan apa saja yang dapat aku lakukan jika pulang nanti.

Tapi, ternyata, hanya selang beberapa minggu, tanggal 19 Juli 2010 tiba-tiba leukositku dinyatakan tinggi, yaitu 27.000. Sehingga lagi-lagi aku diminta masuk rumah sakit. Dua hari di rumah sakit leukositku naik lagi menjadi 47.000. Saat itu harusnya aku ikut BMP namun ternyata lagi-lagi, untuk kedua kalinya aku mengalami relaps (terapi pengobatan kemoterapi satu siklus gagal). Awalnya sulit sekali ketika aku tahu tentang ini. Kupikir aku sudah bisa bebas di rumah tapi ternyata keadaanku malah memburuk. Mama juga keliatannya cukup stres dengan keadaanku. Dokter mengatakan untungnya limpaku dalam kondisi baik dan tidak ada gejala penyakitku ini akan menyerang bagian itu, Namun dokter mengkhawatirkan dalam kondisiku ini justru otaklah yang akan terserang. Katanya jika aku kejang-kejang, saat itu juga aku bisa meninggal dunia. Hatiku sedih sekali, tapi aku terus mencoba mencari kekuatan. Aku minta hiburan dari kakak-kakak, dari mama, dari dokter. Mungkin bagi mereka aku jadi terkesan manja, tapi aku butuh dukungan dan dengan cara ini aku bisa membangun kembali daya juangku. Dokter mengatakan satu-satunya jalan adalah dengan mengikuti transplantasi sum-sum. Tadinya dokter mengatakan transplantasi ini dapat dilakukan di Singapura. tapi mama khawatir jika aku ke singapura nanti aku akan kesepian karena kakak-kakak yang biasa menghiburku tidak ada lagi, begitu juga para dokter dan suster yang sudah sangat aku sayangi. Bagi mama pergi ke singapura belum tentu menjamin sementara aku sangat membutuhkan dukungan sosial dan memang begitu. Belum lagi memikirkan biaya yang akan meledak dan aku tidak dapat membayangkan bagaimana orangtuaku dapat mencarinya. Alhamdulilah, seorang dokter dari Semarang yang pernah melakukan transplantasi tulang sum-sum mendengar kasusku. Alhamdulilah semuanya bisa dilakukan di rumah sakit ini. Meskipun lagi-lagi biayanya tetap besar mungkin aku tidak mengerti seberapa banyak itu tapi aku selalu berdoa semoga mama dan papa bisa mendapatkan biaya itu. Allah mahabesar dan tidak ada yang mustahil bagiNya.

Aku belum tau rasanya pencangkokan tulang sum-sum seperti apa, tapi yang aku mau hanya sembuh. Aku harus kuat, aku harus bisa, aku harus sembuh. Jadi aku berusaha untuk tetap melewati hari-hariku dengan tawa. Aku sangat suka dengan satu lagu yang rasanya setiap aku mendengarkan lagu ini, aku selalu menjadi semangat lagi, mungkin kalian juga tahu, seperti ini lagunya,


Lirik Lagu D’Masiv – Jangan Menyerah
tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali segala yang telah terjadi
kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini tak ada artinya lagi
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa

Aku belajar dari lagu ini bahwa aku harus sabar,tetap bersyukur dan tidak putus asa. Meskipun jujur memang berat rasanya dan aku tau banyak sahabat-sahabat kecilku yang sudah dipanggil lebih dulu. Namun aku tidak boleh menyerah, AKU MAU SEMBUH. Sehingga aku ingat pada suatu kali aku harus mengikuti IT, aku berucap pada salah satu kakak yang mendampingiku, bukan keluhan, tapi kukatakan dengan yakin,

“Kak tolong bilangin ke dokternya ya, jangan menyerah, obati aku sampai sembuh.”
Dan dokter mengatakan,
“Iya Mas harus terus semangat ya!”

Salam sayang selalu,
Adzi



Testimonial kakak-kakak dari YPKAI (Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia) untuk Mas Adzie
“Siapa yang nggak kenal… Mas Adzi sosok anak yang lucu, lincah, aktif, dan hebat. Serta mudah akrab. Hobbyku kalau di RS main mobil-mobilan yang sering di bawa ke sana kemari sama tiang infus. Serta main koleksi mobil-mobilan dan kereta Thomas. Tempat nongkrong di lobby RS hanya sekedar cari hiburan lihat mobil keluar masuk RS. Bagi yang akrab sama mas adzi pasti selalu ditunggui dan diantar ke lobby. Saya kenal Mas adzi sudah lama sejak pertama kali masuk tahun 2008 sudah banyak kenang-kenangan terindah saya sama anak ajaib ini. Mas Adzi merupakan icon/figure dari pasien-pasien lainnya karena ia selalu ceria dan semangat. Dulu kalau ditanya Mas Adzi di mana rumahnya, selalu bilang di “Mais” makanya Dharmais bisa dibilang rumah kedua Mas Adzi. Banyak orang yang kagum dan salut sama sosok adik kecil ini termasuk saya yang sehari-hari selalu bermain, bercanda, bersamanya. Sehingga saya ga bias lupakan sosok ade kecil ini. Sudah terlalu banyak kado terindah yang saya dapatkan dari ade kecil ini. Malah hal yang gak bias saya lupakan pada saat Mas adzi bilang agar disampaikan ke Dr.Edi waktu di ICU sebelum IT, “JANGAN MENYERAH.”. Anak ini benar-benar mau berjuang terus. Walau nggak benar-beanr ngerti apa terjadi pada dirinya. Itulah sosok anak ajaib yang selalu ketawa ketiwi kalau diajak main. Mas Adzi terus berjuang ya Dek! Kak Erwin selalu mendoakan terus untuk kamu. Sayang, cinta, selalu untuk anak ajaib, Mas Adzi, GBU Mas Adzi. ” ~Kak Erwin~

“Mas Adzi itu anaknya lincah, periang, kalau gak ketemu sehari aja bikin kangen. Semoga saja transplantasi tulang sum-sum ini berhasil sehingga Mas Adzi bias mencapai cita-citanya setinggi langit. Semangat ya sayang.. Kami selalu mendoakanmu.” ~Kak Rani~

“Mas Adzie, aku ketemu mas waktu mas kecil banget sekarang udah gede. Sejak ketemu mas aku melihat ternyata aku itu belum ada apa-apa dibanding mas. Seberapapun aku lagi menderita, aku mungkin aku gak pernah merasakan lebih dari mas. Tapi mas dalam usiamu yang masih kecil dan sudah harus melewati berbagai pengobatan yang akupun gak kebayang kalau aku yang melalui itu, Mas adzie justru yang seringkali buat kak olyve dan semua kakak-kakak yang lain tertawa seakan kamu gak merasakan sakit. Bahagianya kamu mas… dan kamu akan selalu jadi inspirasiku. Semoga semangatmu dan keyakinanmu membawamu pada kesembuhan dan banyak bantuan datang untukmu. God will always be with you… Love you little angel… Amin.”~Kak Olyve~

“Mas Adzie itu anak yang cerdas mentalnya, kuat, friendly. Jadi sahabatnya adalah saat dimana kita menjadi diri sendiri dan lebih bisa menghargai apa yang kita miliki, khususnya KESEHATAN. Mas adzie harus tetap kuat dan semangat. Terus berjuang untuk menggapai cita-cita karena aku YAKIN keberadaan mas Adzi bias membuat orang terinspirasi dan lebih MENGHARGAI HIDUP I Love Mas Adzi so much!!” ~Kak Ifa~

“Mas Adzi adalah anak yang ceria, mau belajar meskipun dia tinggal di rumah sakit, pandai, cepat bergau walaupun dengan orang yang lebih tua, semangatnya juga tinggi sekali dan mudah diberi tahu. Semangat, terus belajar, saying sama semua keluarga dan kakak-kakak relawan juga. Cepat sembuh ya mas, kakak sayang kamu.”~Kak Irene~

“Mas Adzi anak yang sangat ceria, aktif, lucu, dan menyenangkan. Tetap semangat ya De! Kita selalu mendukung dan ada buat Ade.” ~Kak Tirta~


Sahabat-sahabatku terkasih…
Inilah profil seorang anak yang terkena kanker darah yaitu leukemia. Seorang anak yang sedang berjuang menuju kesembuhan dan tidak pernah menyerah. Ia selalu menjalani dengan tabah segala apa yang sedang dan harus dilewatinya. Oleh karena relaps yang kedua kali, Mas Adzi kini harus menempuh pengobatan lain yaitu pencangkokan tulang sum-sum. Sejauh ini dokter berusaha sedemikian mungkin agar kondisi mas tetap stabil sehingga nyawanya tidak terancam sebelum benar-benar dilaksanakan pencangkokan tulang sum-sum. Dana yang dibutuhkan untuk menyelamat nyawa mas adzi dengan pencangkokan tulang sum-sum sekitar 1-1,5 Milyar. Keluarga mas adzi berasal dari keluarga sederhana yang selama ini sudah mengusahakan sebaik mungkin untuk mas Adzi. Namun, pengobatan kali ini memakan dana yang sangat besar sehingga keluarga sangat membutuhkan uluran tangan kita semua.

Sahabat, Mas Adzi kami sebut sebagai anak ajaib. Dia sudah menjadi banyak sekali inspirasi bagi para kakak-kakak relawan, ibu-ibu di rumah sakit, dan anak-anak kanker yang lainnya melalui semangat dan keyakinannya. Jika ada di antara kamu semua yang merasa terinspirasi juga oleh Mas Adzi. Mari, bersama-sama kita bantu Mas Adzi agarTERUS MENJADI INSPIRASI BAGI KITA, BAGI ANAK-ANAK KHUSUSNYA ANAK-ANAK DENGAN PENYAKIT KANKER BAHWA KANKER SEHARUSNYA TIDAK LAGI DIANGGAP SEBAGAI MONSTER, TAPI TANTANGAN BESAR YANG SIAP KITA HADAPI DAN KITA LAWAN.
“Setiap anak dengan penyakit kanker memiliki kesempatan untuk HIDUP. Mari ambil bagian dengan melakukan sesuatu untuk membuat impian anak-anak ini menjadi nyata.”
(nn)
“We make a living by what we get but we make a life by what we give”
(Winston Churchill)
Cara membantu:
  1. Jika anda memiliki dana dan ingin menyumbang bagi pengobatan Mas Adzi maka anda dapat membantu dengan mengirimkan sejumlah dana sesuai kemampuan Anda, berapapun itu, sekecil apapun sangat berarti bagi Mas Adzi.
Rekening
Mandiri 129-00-0763368-4 a/n SAGIONO Kantor Kas Bekasi Ujung Aspal
BCA 6870 600 320 a/n SAGIONO KCP Pondok Gede Plaza
2. Jika Anda merasa belum dapat membantu dana, Anda TETAP dapat membantu Mas Adzi dengan meneruskan email/surat/notes ini kepada sahabat-sahabat Anda yang lain.
    Terakhir, terimakasih banyak karena Anda sudah mau membaca wacana ini dan apalagi mau ikut membantu. Bukan semoga, tapi PASTI Tuhan akan membalas budi baik kalian yang mau bersama-sama membantu menyelamatkan nyawa satu orang anak. God bless us all!
    Notes:
    Mas Adzi saat ini dirawat di RS Kanker Dharmais, Slipi-Jakarta di Bangsal Anak lt.4.
    Jika ada dari penyumbang sekalian yang mau menengok Mas Adzi dipersilahkan NAMUN sebelumnya mohon untuk mengontak contact person kami sebelumnya karena harus melihat kondisi Mas Adzi.
    CP: Rani 0811 850 463 / Ollyve 0899 825 6448
    INFORMASI TENTANG KANKER ANAK:
    http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg03025.html

    Continue reading Let’s unite to help one’s life.