Jan 5, 2013

,

Rockweekend. Rock in Weekend.


I love music. Hampir semua genre pernah masuk ke kuping gw, kalo lolos seleksi bisa lanjut meresap ke hati juga. Salah satu genre yang gw suka denger adalah rock.
Menurut mbah wiki, Rock dalam pengertian yang paling luas, meliputi hampir semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk yang paling awal, rock and roll. Musik rock kemudian berkembang menjadi psychedelic rock, kemudian menjadi progressive rock. Lalu berkembang lagi menjadi hard rock, dan kemudian heavy metal. Akhir 1970an musik punk rock mulai berkembang, Pada tahun 1980-an, rock berkembang terus, terutama metal berkembang menjadi hardcore, thrash metal, glam metal, death metal, black metal dan grindcore . Ada pula british rock serta underground dan alternative rock.
Sebenarnya ga semua jenis musik rock bisa nyantol di kuping gw sih. Musik buat gw itu untuk dan harus bisa dinikmati. Baik melodinya, lirik, ataupun suara vokalisnya. Jadi kalo yg terlampau kenceng dan ga jelas nyanyinya gw ga dengerin deh. Saya ga bisa menikmati... Ampun mas rocker ;))
Nahh.. buat yang suka musik rock silakan tune in di program radio favorit gw "Rockweekend", setiap hari Sabtu di 95.1 KISFM. Sepanjang hari kalian akan disuguhkan lagu-lagu rock pilihan. Mulai dari yg slow bin mellow sampe yg kuenceengg bener. Gw udah cukup lama dengerin program radio ini. Dulu lagu rock 80s lebih banyak diputer. Tapi awal 2012 mereka ganti tagline sehingga porsi lagu 80s-nya menipis. Sekarang yang banyak diputar itu lagu-lagu 90s - now. Meskipun masih tersisa beberapa lagu 80s tapi sungguh disayangkan. Tahun 80 itu masa kejayaan musik rock, hingga tahun 90 awal. Yaaaa setelahnya itu hanya pengulangan aja. (Ini hasil obrolan dengan beberapa penggemar musik rock lho, bukan pendapat pribadi). Selain di KIS gw juga suka dengerin Rock&Rythym di MustangFM (setiap Kamis jam 10pm) dan juga SweetLite di LITEFM (setiap Jumat jam 8pm). Kalo di Mustang kebanyakan lagu metal, hardcore, dan screamo gitu. Dan jarang ada lagu 80s atau early 90s. Kalo di Lite lagu-lagu rock yang manis, sesuai sama nama programnya. Ini asyik juga playlistnya. Cewek2 pasti suka deh. Hehe.
Sekian dulu coretan hari ini. Ini tulisan sekedar iseng-iseng aja sih, sambil dengerin Rockweekend. Happy weekend, folks. Keep rockin' \m/




Continue reading Rockweekend. Rock in Weekend.

Jan 3, 2013

2.0.1.3




Hari ketiga di tahun 2013. Ga terasa tahun sudah berganti lagi. Banyak hal yang terjadi setahun belakangan ini. Hal-hal yang menjadi pelajaran dan pengalaman berharga dalam hidup.
Mulai dari foundation yang makin ga jelas arah pergerakannya. I'm sooo sorry. Bukannya ga cinta, gw seneng banget gabung di sana. Tapi makin lama pegel hati juga, ngerasa ga dihargain. Yaudah mending mundur teratur aja. Terlalu banyak intrik internal yang gw ga paham. Udah kayak benang kusut. Susah dilurusin kalo pemimpinnya ga tegas. Sayang juga kerja tim selama ini sia-sia. Padahal progress-nya bagus dan sudah mulai dilirik masyarakat luas. Sekarang gw cuma bisa bantu doa aja. Semoga semua bisa berpikir jernih dan ga memanfaatkan kesempatan yang ada hanya untuk kepentingan pribadi. I'm gonna miss u, kiddosss :(
Yaaa jadi aktivitas gw selanjutnya masih teteuupp kesana kemari mencari pekerjaan yang sesuai dg harapan keluarga. Sesungguhnya gw masih seneng muter-muter dari satu event ke event lainnya. Tapi keluarga maunya gw kerja kantoran, anteng2 di belakang meja, masuk jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Hmmmm....agak berat sih karena gw ga biasa kerja cuma depan komputer dengan berkas yang menumpuk. Akhirnya di pertengahan tahun 2012 gw mulai apply ke berbagai tempat dan juga dateng ke jobfair. Status berubah menjadi jobseeker. Sempet beberapa kali interview tapi hasilnya masih nihil. Terakhir gw interview di sebuah perusahan rokok terbesar di Indonesia. Tahapan rekrutmennya puanjaaanggg bgt. Ada 5 atau 6 tahap gitu. Tahap awal gw lolos, lanjut ke tahap ke-2, ke-3, ke-4....dan akhirnya tinggal satu tahap lagi, gw dinyatakan ga bisa lanjut. Fuiihhh capek juga sih bolak-balik interview. Tapi gapapalah, namanya juga usaha.
Selain berstatus jobseeker, gw juga tetap nyambi kanan-kiri. Lumayan kan buat ongkos dan keperluan sehari2. FYI sejak lulus gw udah ga pernah lagi minta duit sama ortu. Malu ahh. Harusnya kan gw yang bantu keuangam keluarga. Alhamdulillah sih kalo ada job, pasti hasilnya gw "setor" ke nyokap. Biarpun sedikit tapi Insya Allah bisa buat belanja sehari2 ;)
Terakhir gw bantuin di sebuah festival musik. Festival ini di dalamnya ada lomba cipta lagu anak dan lomba penyanyi anak. Sebenarnya scope-nya besar karena ada embel-embel "Nusantara". Artinya idealnya peserta berasal dari Sabang sampai Merauke. Festival ini digagas oleh sebuah kementerian dengan total dana yg dijanjikan sebesar 2M. Mulailah dibentuk kepanitiaan dan dilakukan meeting. Tapi ternyata ga semudah itu. Birokrasi dan politik tingkat tinggi!! Yappp...selama ini gw cuma lihat berita soal korupsi lembaga-lembaga pemerintahan dan sebagainya di tivi. Dan sekarang gw lihat sendiri bagaimana realitanya. Ternyata ya semua itu benar! Potongan kanan-kiri-atas-bawah dan sampe H-seminggu acara, duitnya ga turun. Gilooooleeee. Belum lagi kebijakan-kebijakan sepihak dari ketua panitia yang merasa mendapat keistimewaan karena penunjukan langsung dari wakil menteri. Hufffghh tape dwechhhhh!! Akhirnya acara selesai dengan kekurangan di sana-sini dan panitia cuma bisa gigit jari. Bossnya.kejammmm. Haahahaha. Namanya juga hidup. Kadang sepet, kadang asem, kadang pahit... *eh kok ga enak semua ya? ;p
Dan akhirnya tiba juga penghujung tahun. Ini kedua kalinya aku menghabiskan malam pergantian tahun bareng kamu ya, kak? Ga terasa sudah masuk tahun kedua kita berbagi suka-duka, ketawa bareng, kelaperan bareng.. Hehe.. Semoga kita bisa terus bersama ya. Banyak harapan dan doa untuk kita di tahun 2013 ini. Semoga diluluskan olehNYA. AMIN.
WELCOMEEEEE 2013 :)




Continue reading 2.0.1.3

Nov 1, 2012

Selamat Jalan Bang Remy Soetansyah....

Hidup, mati, jodoh, rezeki... Semua memang misteri Illahi. Tak ada yang bisa menebak dan meperkirakannya dengan pasti. Kali ini berita duka datang dari sahabat yang bahkan sudah saya anggap sebagai abang sendiri. Remy Soetansyah yang lahir dengan nama Koernia Rusmir, seorang wartawan musik senior dan juga penyair.

Perkenalan dengan bang Remy cukup unik juga sebenarnya. Sejak bantuin Chaseiro, saya mulai kenal orang-orang yang berkecimpung di dunia musik. Mulai dari musisi sampai wartawan musik. Yaaa..salah satunya bang Remy ini. Berawal dari pertemanan di Facebook. Bang Remy yang mengirim friend request ke akun fb saya. Ga tau juga alasannya kenapa, mungkin karena sering lihat saya "seliweran" di akun mutual friend-nya kali ya. Setelah di Facebook, berlanjut ke Twitter. Waktu itu bang Remy belum terlalu lama aktif di Twitter. Terus Beliau mengirimkan inbox di Facebook saya, "Tyas, kamu di twitter namanya apa sih? Kok dicari-cari ga nemu deh". Kaget juga saya sampe "dicari-cari" begitu. Kebetulan saya juga sudah menjadi follower bang Remy di Twitter. Saya sih ga pernah "mengemis" followback dari orang-orang yang saya follow, toh saya yang butuh mereka. Sekalipun minta follow ya pasti karena ada perlu dan harus lewat Direct Message. *hehe intermezo dikit ah*. Waktu dapet inbox tersebut saya langsung mention bang Remy di Twitter. "Bang Remy, ini Tyas. Hehehehe". Mulai dari situ lah kita sering sahut-sahutan di Twitter. Tapi memang sifat bang Remy yang humble dan senang bergaul, jadi Beliau senang ngobrol dengan siapa pun. Itu salah satu sifat yang saya kagumi dari bang Remy. Yaaaa kalo dipikir-pikir siapalah daku ini?? *ciee :p

Senin, 29 Oktober merupakan hari yang campur aduk bagi saya. Hari itu berawal dengan penuh suka cita, namun berujung duka. Tepat pada hari itu mas Dion berulang tahun. Sejak awal saya memang berniat membelikan sesuatu, setidaknya sebuah kue ulang tahun sederhana. Sehari sebelumnya mas Dion bilang. "Remy ngajak ketemuan, dia mau minta bikinin acara musikalisasi puisinya. Paling hari Senin deh siang-siang gitu". Ohhhh.. yaudahlah sekalian aja di situ. Pas ada banyak orang juga.

Senin siang, saya membawa kue ke tekape tapi melipir dulu sebentar ke dapur Q-liner Resto. Saya menitipkan kue itu di freezer resto dan rencananya mau dikeluarkan saat sudah kumpul semua. Ternyata di resto sudah ada bang Remy, mbak Nini, mas Dion, dan mas Yuri. Mereka ngobrol santai tentang acara yang mau digelar bang Remy. Bla..bla..bla..ngobrol jadi ngalor-ngidul. Ngomongin mas muda, bandel-bandelan, dan ternyata bang Remy dan mas Dion sudah berteman sejak tahun 1984 (Gw belon lahir cuyyy..hihihi). Mereka pernah kerja bareng di Majalah Vista.

Bang Remy beberapa kali minta "pamit" tapi kita tahan. Yaaa karena takut bang Remy keburu pulang, akhirnya saya keluarin deh kuenya. Kita doa bareng (bang Remy dipaksa memimpin doa) dan makan kue ram-rame. Sebelumnya dia bilang "Duh sebenernya gw ga boleh nih makan beginian..." tapi akhirnya tandas juga sepotong kue. Setelah makan kue, ngobrol lagi sebentar, lalu Beliau pamit lagi. "Gw pamit ya, mau pergi lagi". Kita melepas kepergian bang Remy dengan sikap yang biasa saja. Tak ada firasat apapun.

Ultah mas Dion (sebelum bang Remy drop)


Selang 3 jam dari perpisahan tadi, saya mendapat kabar. "Bang Remy masuk RSPP". Berita ini mulai menyebar di social media, awalnya mas Stanley yang memberi kabar. Ternyata bang Remy muntah-muntah di kantornya dan kemudian tak sadarkan diri. Akhirnya dibawa ke RS dan langsung koma. Bang Remy kena stroke lagi. Deg!! langsung hati kebat-kebit denger berita ini. Sudah terbayang hal-hal yang buruk di kepala. Beberapa tahun lalu bang Remy juga sempat terkena stroke tapi hanya menyerang wajahnya saja (stroke kosmetik). Sejak saat itu ruang geraknya menjadi agak terbatas, bobot tubuhnya menyusut, dan bicaranya agak kurang jelas. Setelah sekian lama menjalani pengobatan dan terapi-terapi, bang Remy sudah mulai keliatan sehat dan segar lagi. Bicaranya pun sudah mulai jelas. Semua kelihatan semakin baik.

Saya berencana untuk menjenguk bang Remy di RS. Janjian sama mas Dion, kira-kira jam 6-7 malam. Tapi dipikir-pikir kasihan juga, Beliau butuh istirahat dan mungkin kita juga ga akan kuat melihat kondisinya yang sudah penuh slang. Menurut mas Dion lebih baik jenguk besok aja, agak pagian sebelum meeting sama mas Bens. Setidaknya kita ketemu sama mbak Ayum (isteri bang Remy) dan Dio (anak tertua). Tak seberapa lama setelah keputusan untuk batal menjenguk dibicarakan, mas Dion mendapat BBM yang menanyakan apakah benar bang Remy meninggal. Kita tidak mau langsung percaya dengan kabar yang beredar, akhirnya kita langsung bertanya ke orang terdekat bang Remy.......dan ternyata benar,

Innalillahi wainnaillaihi rajiun. Memang sudah tiba waktunya. Selamat jalan bang Remy. Ternyata kemarin memang abang pamit untuk selama-lamanya.

Setelah kejadian, barulah kita flash back dengan hal-hal yang bang Remy lakukan. Mungkin itu semua memang pertanda. Status-status Facebook yang sangat relijius, DP BBM "Ajal tak menunggu tobatmu", dua buah puisi bertemakan kematian, dan masih banyak lagi hal yang kalau kita telusuri lagi membuat kita berpikir "ohhhh ini maksudnya".

Di rumah duka Tomang


Beikut dua buah puisi bang Remy yang ditulis sebelum Beliau wafat. Semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. Salam.


HARI INI MATI
(by Remy Soetansah)

Hari ini tak ada berita
koranku putih
radioku hening
smsku bersih
televisiku diam
e mailku tercenung
skypeku padam

Hari ini tak ada berita seluruh mediaku kututup
tertutup dan tercenung
tanganku gamang
mulutku terkunci
mataku pejam
telingaku tuli
komputerku mati

Dan di depanku
ada mayat tergeletak
ia tak bernama
tak berktp
tak berpartai
tak berkelas
tak berbendera
dan itu
aku
 
September 12 at 1:19pm




ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN
( Renungan untukku ,untukmu dan untuk kita semua )
Hari ini ku mati,
Perlahan…
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan…

Semua pergi meninggalkanku…
Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat…
 Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa² lagi bagi mereka…
Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,

Aku pun demikian,
Tak kalah sedih…
Tetapi aku tetap sendiri,
Disini, menunggu perhitungan.

Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar² harus sendiri…

Ya اَللّهُ ,,
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Untuk aku perbaiki diriku,

Aku ingin memohon maaf pada mereka…
Yg selama ini telah merasakan zalimku,
Yg selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku…

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
Yg bahkan kumakan,

Yaa اَللّهُ Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta…

Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkn hati mereka,
Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,
 Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali…

Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu…?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu
Aku dimakamkan hari ini,

Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri…
Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Masyar…


1 Mei 2012





Continue reading Selamat Jalan Bang Remy Soetansyah....

Jan 17, 2012

Dec 9, 2011

Thank you, my Scorpio :)





09.12.11 02.16 AM

Sayangku...
Hanya kamu di hari-hari hidupku
Hanya kamu di dalam hatiku
Hanya kamu di dalam pikiranku
Hanya kamu yang ada di antara apa yang aku kerjakan
Karena hanya kamu yang membuatku hidup saat ini

Aku tak mungkin mengajakmu membuka hari esok
Kalau saja, dalam hatiku kamu hanya untuk kemarin
Kemarin sudah lewat
Esok menunggu
Aku mau menyambutnya dengan berpegangan tangan dengamu

 -GPHPM




*Am speechless dan membiru :')
Continue reading Thank you, my Scorpio :)